Senin, 16 November 2009

Kemenangan atas iblis

Iblis itu tidak pernah libur! Ia terus bekerja untuk menjatuhkan manusia. Dalam mengahadapinya kita harus menghayati identitas kita, tetap hidup di dalam Kristus, mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, berdoa dan berjaga-jaga, serta tidak menyerah.

Roma
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Ibrani
2:14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;

I Yohanes
3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Yakobus
4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Minggu, 08 November 2009

Iblis adalah musuh utama kita

Beberapa orang Kristen yang tidak percaya bahwa ada hal seperti Iblis yang sungguh ada. Apakah yang diajarkan Alkitab tentang ini?

Efesus
6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

I Petrus
5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Kisah Para Rasul
26:18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.

Matius
4:1. Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Senin, 02 November 2009

Kebangkitan, Pengharapan mulia bagi kita

PENGHARAPAN melihat kebaikan dalam diri orang-orang ketimbang keburukan mereka.

PENGHARAPAN membukakan pintu sementara keputus-asaan menutupnya.

PENGHARAPAN menemukan apa yang bisa diperbuat ketimbang menggerutu tentang apa yang tak dapat diperbuat.

PENGHARAPAN menarik kuasanya dari kepercayaan yang mendalam kepada ALLAH dan kebaikan mendasar pada diri manusia,

PENGHARAPAN "menyalakan lilin " ketimbang "mengutuk kegelapan".

PENGHARAPAN menganggap masalah , entah kecil ataupun besar , sebagai peluang.

PENGARAPAN tidak menyimpan ilusi, juga tidak takluk kepada sinisme.

ROMA
4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

YOHANES
5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

I Korintus
15:21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Minggu, 25 Oktober 2009

Pengakuan akan Kristus adalah perlu

Yesus Kristus 'hidup' sampai hari ini dan selamanya, Dia setia memberkati mereka yang mempercayai dan mentaati Dia. Berabad-abad lamanya, banyak orang telah mengakui kebenaran tentang Yesus, termasuk mereka yang telah banyak mempengaruhi dunia.

I Yohanes
2:23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.

Lukas
9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.

Matius

10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Roma
10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Minggu, 18 Oktober 2009

Ketaatan pada Tuhan adalah perlu

Kita juga dapat melihat bahwa sikap ketaatan dapat menghasilkan sesuatu yang destruktif. Kini cukup banyak orang yang begitu taat kepada pemimpinnya sehingga mereka bersedia untuk melakukan berbagai perbuatan yang menyengsarakan sesamanya. Karena sangat taat kepada seorang pemimpin rohani, maka seseorang bersedia melakukan berbagai hal yang bertentangan dengan pikiran sehat. Mereka rela menjual harta benda mereka untuk kepentingan pemimpin. Mereka juga bersedia menyerahkan istri dan anak-anak mereka sebagai “persembahan” karena pemimpin menghendaki demikian. Beberapa orang juga bersedia menjadi pelaku bom bunuh diri karena pemimpin telah mengajar dan memerintahkan mereka untuk melakukannya. Bukankah mereka juga taat secara total kepada pemimpinnya? Ketaatan total saja ternyata tidaklah cukup. Sebab ketaatan total yang dilakukan tanpa tujuan yang murni dan benar dapat menyesatkan. Ketaatan total harus selalu menyatu (integrated) dengan kasih, keadilan dan keselamatan bagi sesamanya. Sebab ketaatan yang dilandasi oleh kasih, keadilan dan keselamatan bagi sesamanya senantiasa dibuktikan dengan kesediaannya untuk berkorban bagi sesamanya, dan bukan mengorbankan orang lain demi kepentingan dan kebenaran diri sendiri. Untuk itu ketaatan yang mau berkorban bagi sesamanya senantiasa dilandasi oleh kemampuan untuk mendengar suara dan kehendak Allah.

Roma
6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

II Tesalonika
1:7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,
1:8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
1:9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,

I Samuel
12:15 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan melawan rajamu.

Minggu, 11 Oktober 2009

Kristus yang berdiam di dalam hati kita memberikan sukacita

Sukacita adalah satu hal yang dicari oleh umat manusia, tetapi mereka tidak tahu bahwa hal itu dapat ditemukan dalam Kristus. Sering kita mendengar sesuatu seperti ini, ketika kita berbicara satu dengan yang lain tentang menjadi seorang Kristen; "Aku tidak mau jadi sedih." Seorang muda berkata kepada kami, "Kau tidak minum, atau pergi ke bioskop, atau menari, atau bahkan Merokok. Apa yang menyenangkan di dunia yang Anda miliki itu?" Kami mencoba untuk memberitahukan kepadanya tentang sukacita yang telah kami alami di dalam Tuhan, tetapi ia tidak bisa memahaminya. Sementara dunia mungkin tidak dapat memahami kebahagiaan kami, mereka harus dapat melihatnya di dalam Kristus.

Yohanes
17:13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Roma
14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Galatia
2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Mazmur
16:11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Minggu, 04 Oktober 2009

Keyakinan atas keselamatan jiwa


Melekat kepada Kristus secara total, baik dalam kemanusiaan-Nya maupun keilahian-Nya. Inilah yang menjadi pintu keselamatan jiwa dan gerbang menuju transformasi Ilahi. Perjalanan transformasi ini ditempuh bersama Yesus melalui tapak-tapak doa, mengikut jejak Kristus, dan kesetiaan di jalan panggilan, hingga mencapai transformasi di dalam Kristus yang menjadi puncak tujuan hidup umat kristiani.

Yohanes
14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Roma
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

I Yohanes
3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
3:19 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,

Galatia
4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"