Senin, 04 Juli 2011

Ujian bagi iman kita

Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. (1 Petrus 4 : 12 – 13)

Dari ayat ini kita tahu, bahwa Tuhan menguji kita bukan agar Dia tahu bahwa kita ini tahan uji atau tidak, karena Dia mahatahu. Tetapi Dia ijinkan itu agar kita tahu bahwa iman kita tahan uji atau tidak (Matius 10:22, Matius 24:13). Targetnya adalah bertahan sampai akhir. Dari sinilah kita tahu bahwa kita tahan uji.

Ada tiga kejadian dalam hidup ini yang sering dipakai Tuhan sebagai alat uji iman kita. Kejadian tersebut semuanya dimulai dengan huruf “T” yaitu:

Triumph (Lukas 12:16-19)
Ayat ini berbicara tentang semua kemewahan. Hidupnya penuh dengan kemenangan atau tidak dijamah dengan kesusahan sama sekali. Tetapi seringkali orang yang diuji tentang ini akhirnya gagal. Dalam kesesakan seseorang menjadi sangat karib dengan Tuhan, tetapi saat diuji dengan triumph malah hilang. Pada waktu kesesakan rohaninya baik, tetapi pada waktu kelimpahn rohaninya merosot. Ada banyak orang pada waktu miskin menjadi baik, tetapi pada waktu menjadi kaya tidak baik.

Kedua, Trial (2 Timotius 4:10)
Paulus berbicara tentang Demas. Kata Paulus, Demas terkena pencobaan dan meninggalkan Tuhan. Cobaan ini bisa membuat orang mendekat kepada Tuhan atau menjauh dari Tuhan (2 Korintus 4:8-9, 2 Korintus 7:5-6). Pencobaan yang dialami Paulus tidak membuat dia undur dari Tuhan.

Ketiga, Tragedy (Ayub 19:25-26)
Ayub merasakan keadaan yang sangat buruk. Dalam sehari Ayub mengalami tragedi sangat buruk, yaitu rumahnya terbakar, anaknya mati semua, tubuhnya terkena sakit, istrinya mengolok-olok imannya. Akhirnya ia merasa seperti ditinggal sendirian (Ayub 1:21). 

Seringkali kita menemukan keadaan yang demikian. Terkadang kita susah untuk dimengerti. Tetapi Tuhan memiliki kedaulatan atas kita. Yang terpenting adalah Tuhan itu baik. Tiga hal ini dipakai sebagai alat uji. Kalau ada orang dengan tiga hal ini menjadi undur, maka mereka tidak termasuk di antara kita. Jangan ada seorangpun yang undur dari iman kita. Kalau kita berkelimpahan, maka berjanjilah untuk lebih karib dengan Tuhan. Kalau terkena tragedi sekalipun, kita mau berkata – “sekalipun dagingku habis aku tahu Penebusku hidup dan Dia akan membangkitkan aku dari debu dan abu.”

Ini adalah suatu garis besar kehidupan yang ada dalam firman Tuhan. Waktu diproses seringkali kita berkata, sudah cukup Tuhan. Tetapi Tuhan berkata belum karena Dia sedang menjadikan kita lebih indah lagi, seperti halnya bejana yang indah. Selain itu, waktu diproses, jangan berbuat dosa (2 Samuel 12:1-7).
Daud harus membayarnya dengan empat kali lipat, pertama, anak pertama Daud dengan Batsyeba mati, kedua, Amnon (anak Daud) dibunuh saudaranya, ketiga, Absalom mati, dan keempat, Adonia mati dibunuh oleh saudaranya sendiri juga. Ini juga pelajaran bagi kita bahwa, dosa seseorang bisa mempengaruhi keluarga, teman, bahkan orang lain di sekitarnya.

Janganlah kita berbuat dosa lagi!

Setiap orang percaya agar menjaga imannya sehingga tidak digerogoti oleh berbagai penyakit rohani yang justru membuat iman kita menjadi lemah yang pada akhirnya menyebabkan kita tidak diangkat. Karena itu, jagalah iman kita tetap kuat agar kehidupan kita senantiasa berkelimpahan dan mengalami pengangkatan. (Matius 24: 37-42)

Senin, 27 Juni 2011

Penjunan dan tanah liat

...”apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia,sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat…” (Mazmur 8:1-10)
Dalam ayat bacaan di atas terdapat sebuah kalimat yang berkata : “Engkau telah membuat sama seperti Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa manusia diciptakan begitu sempurna. Namun oleh pelanggaran manusia, sehingga image/ citra diri manusia yang sesungguhnya menjadi rusak dan roh mereka dekat dengan roh Lucifer yang terkutuk, sehingga kita terkutuk juga.

Walaupun demikian ada kabar baik bagi mereka yang percaya kepada Yesus, karena Allah mempunyai inisiatif untuk mengembalikan citra diri kita serupa dan segambar dengan citra diri Allah, yaitu dengan memberikan putraNya yang tunggal untuk dibangkitkan. Untuk itu berbahagialah setiap kita yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan raja, karena kita dilahirkan kembali guna mendapatkan mahkota, kemuliaan dan hormat.

Kita sadar akan image / citra diri kita, bahwa pada mulanya manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah (Kejadian 1:26-27). Tetapi sayangnya banyak orang oleh karena masalah menjadi rendah diri. Memang manusia penuh kelemahan, karena kalau kita melihat proses manusia maka kita tahu bahwa manusia hanya terbuat dari debu dan tanah (Kejadian
2:7, Mazmur 104:29-30).

Namun semuanya itu bukan menjadi penghalang buat Allah untuk memberikan kuasa kepada kita. Setiap manusia yang terlahir di bumi ini diberikan bakat oleh Allah, apapun latar belakang hidup setiap manusia yang terlahir di bumi ini diberikan bakat oleh Allah, apapun latar belakang hidup mereka, sebab Allah itu baik. Dan oleh karena dosa maka bakat itu digunakan untuk melakukan hal-hal yang jahat, misalnya kepandaiannya digunakan untuk menipu orang, atau ketrampilan mereka digunakan untuk hal-hal yang negatif. Tetapi mereka yang percaya kepada Yesus maka kehidupannya diperbaharui (2 Korintus 5:17). 
Setiap manusia mempunyai bakat, sebab Tuhan adalah Penjunan dan kita adalah Tanah Liat. 
Apabila kita sebagai bejana yang sedang dibentuk menjadi rusak maka sang Penjunan akan membentuk kembai sesuai dengan rencanaNya. Kalau kita dibangun menurut kehendak Allah maka itu indah sekali. Oleh karena itu jangan membuang-buang waktu, tetapi bertindaklah sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita dibentuk bukanlah untuk menjadi orang-orang yang biasa, tetapi dengan tujuan yang mulia kita dibentuk. Sebagai bejana kita diisi dengan kuasa, kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian (Roma 9:20-21), kita ini imam dan raja (1 Petrus 2:9).

Seorang imam memiliki karakter yang mulia, sedang raja memiliki kuasa, kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian. Namun apabila berulangkali gagal untuk menjadi sebuah bejana maka kita akan menjadi manusia biasa. Dan gambaran orang yang berulangkali gagal, misalnya orang tersebut diisi dengan kekayaan kemudian bocor, diisi dengan hikmat juga bocor, maka kita akan dibentuk terus sampai menjadi bejana indah dipemandanganNya.

Memang kesukaran itu ada pada kita, pada waktu kita dibentuk itu sakit, tetapi Tuhan inginkan kita semua menjadi anak-anak raja. Oleh karena itu kita kerjakan bakat-bakat kita dengan baik, sebab oleh karena kuasa Roh Kudus maka kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Ada tiga contoh beberapa orang dalam mempergunakan bakat selama hidupnya.

1. Saul (1 Samuel 16:14)
Saul mempunyai bakat baik dan Roh Tuhan turun atas dia, maka Tuhan mengangkat dia menjadi raja. Namun pada akhirnya Roh Allah itu undur karena kedagingan daripada Saul muncul lebih kuat. Memang pada awalnya Saul mempunyai bakat yang bagus, dipenuhi Roh Kudus dan diangkat menjadi raja, tetapi oleh karena raja cemburu akan keberhasilan Daud maka timbul kebencian dihatinya dan berusaha membunuh Daud.

2. Yefta (Hakim-hakim 11:1-3)
Gilead menikah dengan perempuan sundal dan lahirlah Yefta. Lalu, tatkala Yefta hidup bersama dengan anak-anak dari isteri Gilead yang sebenarnya, Yefta diusir, maka larilah Yefta dari saudara-saudara mereka. Dan bakat Yefta digunakan untuk merampok, tetapi suatu hari Roh Allah turun atas Yefta, maka ia menjadi seorang pahlawan (Hakim-hakim 11:29). Jadi apabila Allah mengirim RohNya atas Yefta maka ia diangkat menjadi salah satu hakim di Israel, dan seorang hakim sama dengan seorang raja. Ia mempunyai kuasa, kekuatan, kekayaan dan hikmat. Yefta berasal dari keadaan yang buruk tetapi Roh Allah turun atas dia maka Yefta diangkat oleh Tuhan menjadi seorang yang luar biasa.

3. Daniel (Daniel 6:4)
Daniel memiliki bakat luar biasa dan dipenuhi Roh Kudus sehingga raja-raja hendak menempatkannya di atas seluruh kerajaannya, itu pada jaman raja Nebukadnesar, raja Belsyasar, raja Darius sampai Koresy, Daniel tetap memiliki perilaku yang baik.
Dalam Daniel 6:9 menjelaskan bahwa dalam kerajaan demi kerajaan, dia tetap menjadi orang penting. Untuk itu janganlah kita menjadi orang yang biasa. Sebab yang biasa sering rusak. Tetapi kita adalah ciptaan yang luar biasa, sehingga memiliki kedudukan yang tinggi. 

Oleh sebab itu berbahagialah bagi kita yang tetap hidup di dalam Tuhan sebab Allah akan mengangkat kita.

Senin, 13 Juni 2011

Anda berharga dimata Tuhan

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Krisus dari antara orang mati kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. Untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir…” ( 1 Petrus 1 : 3 – 8 )

Di mata Tuhan kita sangat berharga, sehingga Ia melimpahkan rahmatNya yang besar, di mana kita dilahirkan kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati supaya kita menerima suatu yang tidak binasa yang tersimpan di surga. Oleh karena itu kita mendapat perlindungan yang luar biasa dari Tuhan karena kita mempunyai nilai yang tinggi di hadapanNya. Namun berapa banyak orang yang melecehkan nilai kehidupan yang telah dikaruniakan Tuhan. Mereka menyamakan nilai kehidupan manusia seperti nilai kehidupan binatang yaitu melalui kepercayaan terhadap horoskop maupun shio. Tetapi bagi kita yang mengalami kelahiran baru harus mengubah pola pikir kita, bahwa kita adalah ciptaan yang paling sempurna dan berharga.

Tetapi kalau kita perhatikan faktanya seperti yang biasa kita lihat melalui media cetak maupun elektronik, maka kita akan melihat bahwa manusia seolah-olah tidak memiliki nilai lagi, karena manusia sekarang terlalu mudah untuk menghilangkan nyawa sesamanya.
Pada akhir zaman ini citra diri manusia semakin merosot, tetapi sebagai umat pilihan Tuhan harus tetap menyadari bahwa diri kita adalah manusia yang berharga oleh karena kuasa Yesus. Di dalam 1 Korintus 6:20 telah dikatakan: ”Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhnmu.”

Karena kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar yaitu dengan darah Kristus, maka kita berkenan menghadap tahta Allah. Selain itu, Tuhan juga memberikan meterai atas hidup kita yaitu RohNya yang kudus, jangan sekali-kali kita melecehkan akan karunia Allah (Yohanes 2:17).

Selain itu kita harus tahu bahwa keberadaan Roh Allah bukan sekedar pribadi Allah, tetapi memiliki nilai yang sangat mahal. Oleh sebab itu, kita tidak punya alasan untuk bersungut-sungut, dalam diri kita ada kekuatan yang luar biasa yang membuat kita mampu untuk menghadapi pergumulan hidup.

Yang menjadi pertanyaan adalah: Mengapa Allah begitu memperhatikan kita sedemikian rupa? Jawabannya adalah : karena kita adalah biji mata Allah. Mazmur 17:8, berkata: ”Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayapMu,” Daud mengerti bahwa dia sebagai biji mata Allah, sangat berharga di mata Tuhan. Dan apa akibatnya jika ada orang mengusik umat pilihan Tuhan? Mereka akan berurusan dengan Tuhan. Di dalam Zakharia 2:8b disebutkan bahwa “siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mataNya.”

Seperti halnya bangsa Israel ketika berada di Mesir sebagai budak dan mengalami perlakuan yang tidak seharusnya dialami bangsa Israel, tetapi oleh kasih karunia Allah mereka di bawa keluar dari tanah perbudakkan melalui pimpinan Musa. Pada saat meraka sampai di tanah perjanjian mereka diberkati luar biasa. Namun pada masa pemerintahan Salomo, ia tidak tahan diberkati secara berlimpah-limpah. Salomo memiliki tujuh ratus isteri dan tiga ratus gundik, dan pada suatu saat bangsa Israel dijajah kembali oleh bangsa Babel.

Memang, secara fisik bahwa hidup ini sangat membosankan, tetapi perlu kita ingat bahwa Tuhan sangat memperhatikan hidup kita, karena Tuhan telah menetapkan kita menjadi milikNya seperti yang tertulis dalam Ulangan 32:9 : “Tetapi bagian Tuhan ialah umatNya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagiNya.”

Dan juga kita tahu bahwa ketika orang Israel berjalan melintasi padang pasir, Allah juga memeliharanya dengan tiang awan dan tiang api. Tetapi mereka menganggap bahwa perlindungan Allah adalah sesuatu yang biasa. Padahal perlindungan Allah adalah luar biasa. Apabila kita melecehkan perlidungan Tuhan, maka perlindungan atas hidup kita tidak ada. Oleh karena itu biarlah kita senantiasa mengucap syukur dan menghormati akan pemeliharaanNya karena kita sangat berharga dihadapanNya. Amin

Selasa, 31 Mei 2011

Kehendak Tuhan atas hidup kita

Referensi bacaan Efesus 3:14-21

Rasul Paulus telah meneruskan penyampaian kepada jemaat di Efesus segala apa yang menjadi kehendak Tuhan Yesus. Paulus menyadari bahwa sebagai hamba Tuhan tidak punya hak untuk menyampaikan kehendaknya sendiri, selain kehendak daripada Kristus. Kehendak Tuhan yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat Efesus terlebih dahulu didoakan oleh Paulus. Demikian halnya dengan kita sebagai hamba Tuhan, yaitu ketika kita menyampaikan kehendak Kristus, maka perlu ditopang dengan kekuatan doa.

Dan saat kita memiliki karakter yang lemah dan berbagai masalah hidup, maka kita harus tahu apa kehendak Tuhan atas hidup kita. Untuk itu kita perlu belajar mengenai kehendak Tuhan atas kehidupan kita seperti yang dialami oleh beberapa orang dalam Alkitab.

1. Tentang Petrus (Matius 16:16-19).
Pada waktu Simon dipanggil Tuhan, ia datang dengan keberadaannya yaitu sebagai seorang nelayan. Ia seorang yang tidak pandai, memiliki watak emosional, dan cenderung labil serta pengecut. Namun oleh kehendakNya, maka nama Simon diubahNya menjadi Petrus yang artinya “batu karang”. Walaupun Petrus mengalami gelombang hidup dengan kelemahan dan kekurangannya, tetapi pada akhirnya Petrus menjadi soko guru bagi jemaat Tuhan, sebab hidup Petrus berada dalam kehendak Tuhan.

2. Tentang Zakheus (Lukas 19:1-7)
Zakheus adalah pribadi yang dipandang buruk moralnya oleh masyarakat pada waktu itu, karena ia seorang pemungut cukai yang suka memeras dan sangat kikir meskipun ia termasuk orang kaya. Ia tinggal di kota Yerikho, kota yang pernah dikutuki oleh Yosua. Tetapi kehendak Tuhan atas Zakheus sangat luar biasa Yesus mau singgah di rumah Zakheus dan makan bersama-sama dengannya. Dan sejak itulah terjadi kebangunan rohani dan pemulihan secara drastis atas kehidupan Zakheus.

Mungkin saat ini banyak orang memandangi kita seperti memandang Zakheus pada waktu itu, tetapi apabila kita sudah menerima Kristus maka percayalah bahwa Tuhan sedang mengangkat kita. Dan Tuhan memberikan
pemulihaan atas hidup kita. 
3. Tentang Maria Magdalena (Yohanes 8:10-11)
Di dalam ayat ini telah diceritakan mengenai kehidupan daripada Maria Magalena yang kedapatan sedang berbuat zinah. Semua mengatakan bahwa Maria Magdalena pantas untuk dihukum mati. Tetapi rencana Tuhan berbeda, Tuhan menghendaki ia tetap hidup dan dipulihkan. Maria Magdalena telah mendapat kasih karunia dari Tuhan, sehingga pada akhirnya ia mengalami pertobatan yang luar biasa. Demikian halnya dengan kita, di mana Tuhan ingin menyatakan kasihNya kepada kita, agar kita diselamatkan dan dipulihkan. Dan apabila kita mengalami jalan buntu karena dosa atau kesalahan kita, maka segeralah minta ampun, maka kasih karunia Allah akan dicurahkan dalam kehidupan kita.

4. Tentang Lazarus (Yohanes 11:11)
Peristiwa Lazarus tidak masuk akal untuk bisa dipulihkan, yang pertama : ia sudah mati, yang kedua : kematiannya sudah berjalan empat hari di dalam kubur, tentunya organ tubuhnya sudah rusak. Tetapi kehendak Tuhan atas diri Lazarus sungguh luar biasa. Di mana tidak ada batasan bagi Allah untuk menyatakan
kehendakNya. Karena bagi Allah tidak ada yang mustahil, jikalau saat ini kita mengalami kematian secara ekonomi, hubungan keluarga, usaha, atau hal-hal lainnya, maka tetaplah percaya bahwa Allah sanggup memulihkannya.

5. Tentang seorang kusta (Matius 8:1-3)
Di dalam kisah ini telah memberi pengertian bahwa Tuhan Yesus tidak hanya ingin orang kusta itu disembuhkan, tetapi terlebih daripada itu Tuhan ingin orang kusta menjadi berkat/kesaksian bagi banyak orang atas pemulihan yag telah dilakukan oleh Tuhan Yesus, dan pemulihan bukanlah hasil usahanya sendiri tetapi oleh kasih karuniaNya.

Melalui beberapa contoh di atas biarlah menjadi pelajaran dalam kehidupan kita, bahwa Allah menghendaki umatNya dipulihkan, disembuhkan, dibangkitkan, dan diberkati secara berlimpah-limpah menurut kuasa dan kekayaanNya. Amin

Sebagai anak-anak Tuhan, hendaklah hidup kita selalu dalam kehendak Tuhan, setia dan taat mengikuti jalan Tuhan, maka hidup kita pasti berbahagia dan berkelimpahan dalam kemenangan serta selalu menyenangkan hati Tuhan (Matius 6:9-13).

Rabu, 25 Mei 2011

Hidup dalam Kehendak Tuhan

Injil Yohanes 3:16 merupakan penggenapan daripada nubuatan yang telah disampaikan oleh nabi Yesaya sejak kurang lebih 750 tahun sebelum Yesus lahir. Dan untuk mengetahui nubuatan yang telah disampaikan tersebut, marilah kita membaca kitab Yesaya 53:1-12 yang merupakan ayat perenungan bagi kita saat ini. Dari ayat perenungan ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Kehendak Allah
Yesaya 53:10 ”Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, Ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut dan kehendak Tuhan akan terlaksana olehnya.”
Penderitaan yang dialami Yesus sampai pada kematian merupakan kehendak Allah ini merupakan perwujudan kasih Allah terhadap isi dunia (Yohanes 3:16). Cinta Allah terhadap manusia mengandung muatan kasih dan
bersangkutan dengan maut, seperti yang tertulis dalam kidung agung. Di mana dikatakan cinta kuat bagaikan maut.

Ketika kita diselamatkan, bertobat, dibabtiskan dan lahir baru, maka kita mulai berjalan dengan iman. Sebelumnya kita hanya sekedar hidup secara positif thinking dan bukan berjalan dengan iman. Dan oleh karena kita percaya Yesus maka kita memilikipengharapan yang pasti. Di dalam nama Yesus bukan mudah-mudahan tetapi pasti diselamatkan. Kalau kita di dunia beranggapan bahwa kasih itu merupakan suatu filsafat yang tidak pernah tercapai, tetapi kasih Allah dalam Yesus sudah dibuktikan melalui pengorbananNya di atas
Kalvari.

Setiap orang senantiasa merindukan kehendak Allah terjadi dalam kehidupannya, tetapi kadang mereka tidak sadar bahwa mereka sendiri yang membatalkannya melalui pemberontakan terhadap pimpinan Roh Kudus, dan orang tersebut tidak ada pengampunan baik di dunia maupun akhirat. Sebab itu relakan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus.
2. Ketaatan
Yesaya 53: 7-8 “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya….”

Dari ayat di atas telah tampak bahwa Yesus banyak mengalami penderitaan secara fisik, tetapi secara Roh kuasa Allah sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan Yesus. Segala penderitaan yang dialami Yesus telah didasari oleh ketaatanNya, bahkan sampai mati di atas kayu salib. Tatkala dicobai iblis, Dia tetap berada dalam posisi tidak mendukakan Roh Kudus, sehingga muncul kuasa Allah dalam diri Yesus sangat sempurna. Hal ini nyata melalui tidak ada satu penyakit yang tidak Ia sembuhkan, dan segala mujizat terjadi melalui kehidupan Yesus.

Roma 8:6-11, yang berkaitan dengan hari Paskah, maka kita tidak sekedar memperingati korban Kristus, tetapi ada satu pesan yaitu bahwa kita tidak bisa lagi hidup dalam kedagingan, sebab tidak berkenan kepada Allah. Roh Allah yang ada dalam kehidupan kita akan muncul jikalau kita taat. Tujuan dari keselamatan yaitu kita punya misi menjadi berkat bagi banyak orang, misalnya: seandainya kita kaya di dunia ini, maka kita pergunakan kekayaan kita untuk memuliakan Tuhan. Dan segala sesuatu yang merupakan berkat dari Tuhan hendaknya kita pergunakan untuk memuliakan Tuhan. Saudara, apabila kita ingin hidup seperti Yesus hidup, maka kita harus berani menghadapi banyak penderitaan secara jasmani. Menderita di sini dikarenakan melakukan kehendak Allah dan melawan dosa (1 Petrus 4:1-2).
3. Pelaksana Kehendak Allah
Pada akhir jaman akan dibedakan antara kambing dan domba atau ilalang dengan gandum yaitu bahwa setiap manusia akan dibedakan mana yang disebut umat Tuhan atau bukan, orang yang beribadah atau yang tidak beribadah, dengan kata lain masuk masa penampian.

Oleh karena itu, marilah kita belajar jadi pelaku firman Tuhan dan bukan hanya sebagai pendengar saja. Sebab orang yang mau melakukan kehendak Tuhanlah yang berhak mendapatkan hak waris kerajaan sorga (Roma 8:17).

Biarlah kita semua menyadari panggilan Allah dalam hidup kita dengan menanggapi secara positif panggilan Allah untuk hidup dekat dengan Allah, hidup penuh sukacita yang melimpah dan hidup takut berbuat dosa.
(Yohanes 15:16).

Minggu, 08 Mei 2011

Kharisma dan karakter Tuhan Yesus Kristus

“Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibabtis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” (Galatia 3:26-27)

Kristus memiliki karakter, kharisma dan visi dan lain sebagainya. Bagaimana karakter dan kharisma Kristus. Tuhan berhasil sebagai Juruselamat dan pemimpin hidup kita.

Kita semua harus mengenakan karakterNya dan juga menerima karunia Tuhan sehingga muncul “kharisma” dalam hidup kita. Filipi 2:5, berkata :“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” Demikianlah kita harus mengenakan karakter dan menerima kharismaNya.

Sebelum Yesus melayani dan berhasil dalam dunia ini, Ia memulai dengan doa puasa selama 40 hari (Lukas 4:1-13). Waktu itu, Dia menempatkan diri sebagai manusia. Pada waktu Ia dicobai iblis, ia tetap tidak terpancing dalam hal kesombongan dan ambisiNya. Selama doa puasa Dia menjaga dengan penguasaan diri. Sebab itu energi Allah tidak bocor dalam hidupNya.

Kantong kulit yang lama tidak bisa diisi dengan anggur yang baru, sebab kulit itu akan pecah dengan anggur yang baru. Matius 9:7 berkata, “Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.“
Demikian, Roh Kudus ada dalam diri kita, kalau kita mengenakan kehidupan yang lama, seperti kesombongan dan hal yang buruk lainnya, maka anggur yang baru dalam diri kita akan bocor dan hilang. Saat ini, “kulit” kita harus diperbaharui agar anggur itu tidak bocor. Suatu saat, anggur itu berguna untuk tujuan Allah dalam hidup kita.

Kita harus memiliki karakter seperti dalam Galatia 5:22-23. Tentang kharisma, kita bisa lihat dalam 1 Korintus 12:4-11. Karakter dan kharisma yang membuat kita sukses dalam menjalani hidup ini.

Yesus, pada waktu Dia berpuasa, dicobai 3 kali tentang kesombongan dan hawa nafsuNya, tetapi Ia muncl sebagai manusia yang bebas dari hawa nafsu dan pengaruh iblis. Ia berkata: ”Enyahlah engkau iblis!”

Apakah hari ini kita sudah bebas dari hawa nafsu dan bebas dari iblis? Suatu kali murid-murid Yesus tidak bisa mengusir setan. Tetapi dalam Matius 17:21 Yesus berkata, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.”

Setiap manusia memiliki “dosa jenis” misalnya, “kesombongan”. Kesombongan ini seringkali ditunggangi iblis. Untuk itu kita melakukan doa puasa dan meminta Roh Kudus untuk mengusir iblis. Puasa memiliki arti mati
bersama Kristus. Roh Kudus akan menolong kita sehingga “dosa jenis” ini dapat ditekan agar tidak berfungsi lagi. Kalau kita tidak doa dan puasa maka kita akan mudah jatuh dalam dosa yang sama. Amin

Dalam doa puasa harus ada niat dalam diri kita. Paulus pernah berkata, saat dia mau berbuat baik, yang jahat sudah hadir, rohku ikut Tuhan, tetapi tubuhku ikut kepada dosa. Untuk itu jangan kita mengutuki diri sendiri, yang kita lakukan adalah berdoa dan berpuasa. Dengan demikian, iblis ditolak dan kita bebas di dalam Tuhan.

Kesuksesan kita bergantung kepada karakter dan kharisma. Jangan sampai kita memiliki karakter saja, tanpa memiliki karakter yang benar di mata Tuhan. Jangan sampai Matius 7:21-23 terjadi dalam hidup kita. Sukses kita tidak akan melebihi standar karakter kita. Karakter semakin baik maka berkat Tuhan semakin melimpah dan semakin Tuhan beserta kita. Sewaktu kita berdoa puasa, kita bertobat. Ada dosa yang membawa kematian, yaitu dosa yang tidak diakui. Tetapi dosa yang tidak membawa kematian, adalah dosa yang diakui (1 Yohanes 5:16-18).
Untuk itu perbaharuilah “kantong kulit” kita ini. Jangan sampai dosa jenis kita ditunggangi iblis terus menerus yang akhirnya menjadi seteru Allah, dan kalau kita seteru Allah maka tidak mungkin kita diberkati Tuhan. Tetapi orang yang hidup dalam Roh pasti dikasihi Tuhan dan hidupnya akan diberkati.

Kalau kita tidak dapat memimpin diri kita sendiri, jangan harap ia dapat memimpin orang lain. Karakter kita harus terbentuk dari dalam diri sendiri dahulu, supaya kita bias menjadi anak-anak Terang yang sukses dan bahagia. Yesus akan memberikan pertolongan bagi kita supaya kita bias memimpin diri sendiri dengan disiplin.

Yesus memiliki karakter yang sangat baik dan kharisma yang tidak bocor. Ia dapat melakukan tanda mujizat. Energi Allah keluar dari Yesus dan dapat menyembuhkan orang. Berkat dari kuasa mujizat Tuhan kalau kita praktekkan dalam hidup kita membentuk suatu kharisma.

Seseorang bisa dinilai secara fisik dari pendidikannya dan lain sebagainya. Tetapi orang yang penuh dengan Roh Kudus tidak dapat dinilai orang.

Roh Kudus ini membentuk karakter kita dengan mengeluarkan buah Roh dan karunia Roh. Karakter dan kharisma muncul. Roh Kudus yang ada dalam diri kita jangan didukakan. Waktu doa puasa kita menyerah total kepada Roh Kudus. Kita percaya, melalui doa puasa kita memiliki karakter yang diperbaharui.

Jangan sampai kita kehilangan karakter Yesus dalam hidup kita. Walaupun lingkungan menekan dan menghimpit kita, tetapi kita tetap terus melangkah dalam kebenaran Allah dan tetap memiliki karakter yang sesuai dengan Firman Allah. Kita yakin Tuhan beserta dengan kita.

Kerajaan Allah bukan hanya di gereja saja, tetapi kita juga dapat menikmati Kerajaan Allah di rumah tangga kita masing-masing (Matius 6:33). Baik di dalam gereja maupun di luar gereja hidup kita harus penuh dengan kemenangan dan tidak jatuh bangun dalam kelemahan yang sama.

Tidak ada yang terlambat di dalam Tuhan selama kasih karunia Allah dilimpahkan dalam hidup kita. Kita yakin bahwa Tuhan akan memunculkan buah Roh yang baik dan juga kharisma dalam hidup kita. Ajaib dan mujizat
akan terjadi dalam hidup kita. Kalau kita mengerti hal ini, maka dengan segera kita dapat berubah. Karakter dan kharisma akan muncul mengalir dengan deras sehingga hidup kita semakin berkenan kepada Allah dan diberkati Tuhan. Amin

Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku  pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu. (Mazmur 119 : 73) 

Senin, 02 Mei 2011

Posisi, Kondisi dan Fungsi kita sebagai anak Tuhan


Bilangan 16:1-5. Dalam ayat di atas telah menceritakan kisah pemberontakkan daripada Korah bersama teman-temannya. Mereka tidak menyadari bahwa  Allah membawa bangsa Israel untuk keluar bersama-sama dari tanah Mesir, melintasi laut Kolsom, menikmati manna di padang gurun dan mengalami banyak mujizat, namun Korah dan teman-temannya merasa tidak puas dengan kepemimpinan daripada Musa dan Harun.

Padahal Musa adalah seorang nabi yang dipilih oleh Tuhan sendiri untuk membawa bangsa Israel ke luar dari tanah perbudakan yaitu Mesir menuju tanah Perjanjian yaitu Kanaan.

Sebenarnya Korah beserta teman-temannya tahu bahwa Allah ada ditengah-tengah mereka, tetapi Korah mempunyai motifasi yang lain, sehingga melakukan pemberontakkan, hal ini sama dengan Korah memberontak terhadap Tuhan, dan akibatnya tanah terbuka lebar, Korah dan teman-temannya masuk dalam
tanah yang terbuka itu kemudian tanah itu tertutup kembali, sehingga mereka terkubur hidup-hidup.
Melalui kisah ini kita akan menemukan suatu nilai kebenaran yang akan membawa kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, terutama pada ayat 5. Dimana pada ayat tersebut berbicara tentang posisi, kondisi, dan fungsi .

1. Posisi
Apakah posisi kita tetap menjadi kepunyaan Tuhan atau tidak?
Seperti yang kita ketahui bahwa ketika seorang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat maka saat itu orang tersebut telah lahir baru dan menjadi kepunyaan Allah, termasuk menjadi baitNya, seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 6:19-20. Untuk itu kita ingat baik-baik bahwa kita telah dibeli dengan harga yang lunas oleh Kristus. Dengan demikian, apabila kita sudah menjadi milikNya maka kita disebut sebagai anak-anak Allah, tentunya hidup kita dipimpin oleh Roh Allah dan bukan hidup menurut kehendak kita sendiri. Selain itu, jikalau kita sebagai anak Allah maka kita akan menerima kuasa (Yohanes 1:12). Oleh karena itu jangan kita kuatir dalam menjalani hidup ini sebab kerajaan sorga telah turun atas kita sekalian, sehingga kita berada dalam kerajaan anakNya, seperti yang tertulis dalam Kolose 1:13. Walaupun demikian, masih banyak orang yang ragu-ragu tentang hal ini.Banyak orang yang merasa miskin, minder atau tak dapat berbuat apa-apa. Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut tidak menghargai posisinya sebagai anak Allah.

Kita sebagai anak tentunya terus bertumbuh sehingga kita menjadi mempelai Kristus (Efesus 5:31-32). Janganlah kita memadamkan dan mendukakan Roh, terlebih menghujat Roh, supaya kita tidak seperti Korah dan tidak ada ampun. Oleh sebab itu apa yang kita awali oleh Roh janganlah kita akhiri dengan daging, supaya kita sekali selamat tetap selamat selamanya.

2. Kondisi
Apakah kondisi kita tetap hidup dalam kekudusan atau tidak?
Firman Tuhan berkata dalam Ibrani 12:14 ”Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan”.
Berapa banyak orang yang melayani pekerjaan Tuhan tetapi masih hidup dalam kubangan dosa. Mereka tidak dapat melepaskan diri dari ikatan dosa jenis. Tetapi dosa jenis bisa dikalahkan melalui doa dan puasa (Matius 17:21). Dan apabila seorang melayani Tuhan tetapi masih tetap melalukan dosa, maka orang tersebut akan mengalami suatu keadaan yang ironis (Matius 7:22-23). Oleh sebab itu biarlah kita tetap hidup dalam kekudusan dan melakukan kehendak Allah sampai akhir hidup kita.

3. Fungsi
Apakah kita masih berfungsi sebagai imam yang membawa umat Tuhan, baik itu keluarga, kelompok FA, jemaat untuk berfellowship dengan Tuhan?
Pada jaman purba sama dengan jaman perjanjian baru. Tuhan mengangkat kita menjadi imamat yang rajani (1 Petrus 2:9-10). Kita berfungsi sebagai imam, melakukan perkara-perkara yang besar maupun yang kecil. Sebagai imam kita dapat bergaul karib dengan Tuhan. Roh Kudus telah mengfungsikan kita untuk melakukan perkara yang besar. Dan kalau Tuhan mengfungsikan saya, maka Tuhan akan mengfungsikan kita semua. Amin.